Efek triboelektrik adalah perpindahan muatan listrik antara dua benda ketika mereka bersentuhan atau bergesekan satu sama lain. Fenomena ini mendapat banyak perhatian saat penemuan listrik statis. Kita bisa melihat efek ini dengan menggosok pena plastik pada lengan baju berbahan katun, wol, atau poliester, lalu mencoba mengangkat potongan kertas kecil dengan pena tersebut.
Peneliti Memanfaatkan Efek Triboelektrik untuk Menghasilkan Listrik
Para ilmuwan dari Departemen Teknik Mesin dan Dirgantara di Universitas Alabama telah mengembangkan generator triboelektrik yang unik. Bedanya kali ini, mereka menggunakan bahan yang mudah ditemukan di pasaran seperti selotip, plastik, dan aluminium, menurut laporan dari saluran berita MSN.
Prototipe ‘baterai’ mereka mampu menghasilkan daya yang cukup untuk menyalakan lebih dari 100 lampu LED, serta laser pointer yang mungkin mereka gunakan saat konferensi pers. Ini cukup menarik bagi kami untuk menggali lebih dalam tentang apa yang sebenarnya merupakan triboelectric nanogenerator (TENG).
Hingga saat ini, sebagian besar TENG terlalu mahal untuk diproduksi karena membutuhkan material khusus. Namun, tim dari Universitas Alabama di Huntsville tampaknya telah menemukan cara alternatif yang lebih hemat biaya untuk memanfaatkan efek triboelektrik, yang berpotensi menjadi solusi komersial yang layak.
Pandangan Lebih Dekat pada Penelitian yang Melatarbelakangi Pengumuman Ini
Laporan penelitian lengkap diterbitkan oleh ACS Publications pada 13 Januari 2025. Namun, UPS Battery Center berhasil menemukan rilis media Universitas Alabama yang lebih awal, tertanggal 4 Desember 2023.

Menurut rilis media tersebut, para ilmuwan berhasil menciptakan jenis triboelectric nanogenerator baru yang menghasilkan listrik dengan menggunakan limestone putty (sejenis adonan kapur). Teknologi ini menjanjikan penghematan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan metode produksi konvensional.
Perangkat ini berpotensi mengubah energi mekanik atau panas menjadi listrik untuk perangkat elektronik kecil yang dapat dikenakan dan jaringan sensor. Aplikasi praktisnya meliputi implan pemantau jantung, transponder biochip untuk ternak, dan berbagai sensor lainnya.
Namun, perkembangan terbaru di Universitas Alabama di Huntsville semakin menarik. Tim peneliti telah menemukan cara menggantikan limestone putty dengan selotip dua sisi, yang semakin menurunkan biaya produksi. Kami akan kembali dengan lebih banyak informasi begitu ada perkembangan terbaru.
Apabila anda butuh penjelasan lebih detail mengenai liebert bisa langsung hubungi Liebert Indonesia atau PT. ILOGO Indonesia.
